Pages

Senin, 08 April 2013

Sedikit Catatan Untuk Kawan Judestu

Dua hari yang lalu,
Ketika genap berusia 18 tahun
Mereka datang, mereka berkumpul
Namun..
Ada satu kegelisahan di hati mereka
Separuh dari mereka tak datang
Padahal mereka ingin sekali berkumpul
Lalu..
Salah satu dari mereka mendekati telepon
Menelepon satu persatu dari mereka
Namun tak ada tanggapan sama sekali
Ia pun kecewa
Ia kembali duduk di antara temannya yang lain
Tersenyum, namun senyumannya terasa hambar
Hatinya sakit
Merasa tak dihargai
Ia pun bertanya-tanya dalam hatinya
"Kemana mereka? Mengapa tak kunjung datang?"
Pertanyaan itu pun terus bergelayut di pikirannya
Ia bingung apa yang harus ia lakukan
Memang sakit rasanya kehilangan sosok teman
Mereka seolah pergi satu persatu
Ia bisa merasakan seleksi alam yang semakin jelas terlihat
Namun ia tak bisa berbuat apa-apa
Hatinya sudah terlalu sakit
Pengorbanannya selama ini tak ada yang menghargai
Lalu ia menangis
Bercerita kepada teman-temannya
Semua yang ia rasakan ia ceritakan
Tak terasa banyak kata yang ia ucap
Tangisnya pun semakin menjadi-jadi
Temannya pun berusaha untuk menenangkan
Berkata bahwa ini sudah biasa
Ini memang terjadi setiap tahunnya
Namun masih ada yang mengganjal dalam hatinya
Ia masih belum bisa menerima keadaan
Ia tak mau kehilangan salah satu dari temannya
Ia sudah menjadikan mereka bagian dari hidupnya
Ia sudah menganggap mereka keluarga
Kalian tahu?
Sakit rasanya kehilangan satu bagian dari keluarga kita
Ingin menahan namun berat rasanya
Terlalu sulit
Iya, terlalu sulit
Hati mereka sudah terlalu keras
Apa kalian ingat?
Ketika kita bersama dalam satu masa
Ketika kita bersama dalam 3 hari yang tak terlupakan
Ketika kita saling menjaga, saling bekerjasama
Ketika kita berteriak bahwa kita SATU
Katanya, ia rindu saat itu
Sangat-sangat rindu
Apa kalian lihat?
Mereka berharap kalian untuk kembali ke sini..
Ke rumah kedua dimana kita terbiasa bersama
Berkarya dalam satu asa

0 komentar (+add yours?)

Posting Komentar