Pages

Kamis, 19 September 2013

Dari Balik Ranting Pohon Malam Itu



Di malam yang sepi, gadis itu berjalan menyusuri gelapnya malam. Hatinya berbunga-bunga. Lalu ia bertanya pada ranting pohon yang membisu, “Mengapa?” Kemudian ada bisik yang menyeruak dalam hatinya, katanya, ia sedang jatuh hati. Jatuh hati pada siapa? Hanya ia yang tahu jawabannya. Ia terus berpikir, mengapa dunia terlalu jahat untuk memisahkan mereka? Namun ia yakin suatu saat akan ada saatnya mereka dapat bersama. Ia selalu ingat apa yang ‘seseorang’ itu ucapkan. Mulai saat itu, ia berjanji tak akan pernah lelah untuk menunggu. Rasa itu terlalu indah untuk dapat ia buang begitu saja.


Hari semakin malam. Tiba-tiba ia mendapati bayangan orang itu di balik gelapnya malam. Lalu mereka berjalan beriringan. Kantuk ia coba lawan, lelah ia coba singkirkan. Mereka berbicara mengenai berbagai hal, terkadang mereka tertawa bersama. Bulan purnama menemani mereka malam itu. Sungguh indah, meskipun mereka harus melihatnya dari balik ranting pohon yang menghiasi dinginnya malam. Kemudian ia berkata dalam hati, ia berkata bahwa itu adalah malam yang tak terlupakan. Begitu indah. Tepatnya, awal yang indah untuk mereka. 

0 komentar (+add yours?)

Posting Komentar